Ryan; diantara Komunitas dan Kekuasaan Tuhan

Kasus penjagal dari Jombang, Very Idam Henyansyah (Ryan), seketika menjadi buah bibir di masyarakat. Spekulasi terus berkembang terutama ganjaran hukum yang akan diterimanya. Bahkan, timbul pula ketakutan dalam masyarakat terhadap kaum gay atas mengemukanya kasus Ryan. Lantas bagaimana kita memposisikan diri pasca kasus Ryan ini?

Sebenarnya tulisan ini adalah tanggapan saya atas artikel Kontroversial Ryan “Melambai” di blog *rha*. Bagi saya, ketakutan adalah sesuatu yang normal. Sangat manusiawi. Tetapi, kewaspadaan juga penting. Maka tidak sepatutnyalah ketakutan membatasi gerak kita dalam menjalani kehidupan. Biarkan semuanya berjalan, mengalir sebagaimana adanya. Ketika kita merasakan takut, itu artinya kita menyayangi diri sendiri. Itulah pentingnya sebuah insting yang melekat dalam diri kita untuk mempertahankan hidup ini, yang diterjemahkan melalui sikap waspada. Seperti yang sudah saya katakan, ketakutan (yang berlebihan) hanya akan membatasi gerak kita sehingga harus tetap dikendalikan.

Dalam kasus Ryan dimana ia “tercatat” sebagai bagian dari kaum gay, bagi saya itu hanyalah sebuah kebetulan saja. Kebetulan karena ia adalah seorang gay! Saya berpikir, tidak seharusnya menjauhkan mereka dalam lingkungan sosial masyarakat kita. Justru, itu akan menjadi pemicu lahirnya Ryan-ryan yang baru. Bukankah keharmonisan merupakan modal awal untuk mencapai sebuah ketenangan? Jika kita tidak mampu menjaga rasa itu, dimana lagi kita mencari harmoni itu sendiri.

Kaum gay sebagai minoritas adalah sekumpulan orang-orang yang (mungkin) disudutkan kenyataan. Dan saya yakin, mereka tidak ingin seperti itu. Saya cukup sepakat jika mencintai sesama jenis seperti yang dilakukan kaum gay dikatakan menyimpang dari ajaran agama. Menyimpang dari ajaran agama, tetapi bukan ajaran Tuhan! Karena sejujurnya, saya sendiri tidak sepenuhnya yakin bahwa seluruh ajaran yang tertuang dalam agama adalah titah Tuhan (mudah-mudahan saya salah!!).

Sekarang mari kita berpikir terbalik, bukankah segala sesuatu telah diatur Sang Khalik? Jika kita sepakat demikian, kenapa Tuhan membiarkan anak-anaknya berperilaku (yang menurut beberapa orang) menyimpang dari ajaran agama? Bukankah jika Ia menghendaki, kaum gay itu bisa saja kembali ke kodratnya sebagai lelaki? Pertanyaannya, manakah yang lebih anda percaya; Tuhan atau agama yang notabene buatan manusia (meskipun konon agama diturunkan oleh Tuhan sendiri)? Ini hanya pemikiran gila saya saja! Di sini, kita juga tidak bisa begitu saja menyamakan bahwa seluruh kaum gay itu adalah Ryan dan pasti akan berperilaku sama dengan Ryan! Ini harus tetap dibedakan.

Lantas hukuman apa yang pantas dijatuhkan untuk seorang Ryan? Jika kita berbicara hukum, saya tetap kokoh bahwa hukuman mati belum layak diterapkan di Indonesia yang menganut paham “ketimuran”. Hukuman seumur hidup saya rasa cukup pantas, tentunya tetap disertai dengan penyegaran-penyegaran jiwa Ryan yang (katanya) mengalami ketidakseimbangan jiwa atau gangguan psikologis. Saya sepakat jika membunuh, apapun alasannya, adalah sebuah perbuatan menyimpang dari ajaran-ajaran Tuhan. Tapi ini tidaklah serta merta boleh dijadikan alasan untuk mendahului kehendak Tuhan. Bukankah Ia memiliki cara sendiri untuk menghukum umat-Nya? Biarkanlah tangan Tuhan yang bekerja atas segala perilaku yang telah dilakukan Ryan! Saya hanya ingin berpikir sederhana saja….

Lihat Tulisan Lainnya:



46 komentar sahabat:

tyas mengatakan...

wow.. pikiranmu ttg agama & Tuhan..! no comment..!
masih bicara soal hukuman mati..,
setuju nggak setuju sih..
tapi aku bisa ngerti perasaan keluarga dari para korbannya Ryan,
mereka pasti maunya (from the bottom of their heart) melakukan hukuman itu dg tangan mereka sendiri..
manusiawi..

Rofi mengatakan...

kok hukuman mati g layak bro...???
why..........? ketimuran bukan alasan yg tepat. ini bukan soal budaya, tradisi,. ini soal hukum. Hukum itu lahir di atas pemikiran rasionalitas manusia demi tujuan keadilan.. jadi bukan karna timur dan barat hehehe keras yah koment ana.
so masih bertahan bro .hehehehee... ingat just for law.

geLLy mengatakan...

ku kira semua ajaran agama itu baik Yg kurang baik mungkin pribadi org itu sendiri...

aku deNgEr ryan mank sakit...ganguan spikologis

tp klo ingt ttng perbuatanya ngEri BnGttt...ketakutan itu pasti ada....
apalagi perasaan keluarga korban ryan,klo itu terjadi pada salah satu family kita gimana hUhuUhuuu.....
jangan pernah...

Smaragdina mengatakan...

bosen sebenernya ma berita tv minggu ini, ryan ryan ryan ! tapi gimana lagi, he's phenomenon. Setuju kalo mau gay atau nggak itu gak ada urusannya kalo dah menyangkut pidana, karena pada akhirnya kita harus kembalikan urusan pilihan apapun bentuknya kepada pribadi masing2.

tentang hukuman mati, hmm di dunia intl sendiri memang dah gak ada bahkan kepada penjahat perang sekalipun. untuk hidup adalah paling hakiki buat manusia, so...setuju lagi2 dengan lo kenapa nggak kita berusaha menghapus hukuman mati 'perlahan2'.

anyway, good discuss on this bro ^_*

Oeoes mengatakan...

Sip kang, gay juga manusia, yang juga pingin dihargai,tidak dibedakan sama seperti kita, sebaiknya kita jangan mendiskriminasikan orang dari gender atau kelainannya.
mungkin itu hanya kebetulan saja, yang membunuh seorang gay, contoh lain yang bukan gay ada kok, like sumanto, dia pria sejati malah.
nice posting bro

JoVie mengatakan...

Biarkanlah tangan Tuhan yang bekerja atas segala perilaku yang telah dilakukan Ryan! Saya hanya ingin berpikir sederhana saja…. <-- ini nih se-2 banget..

Kalo pikiran Jovie juga sama tuh, gak layak dia dihukum mati..siapa tahu jiwanya akan kembali normal seperti kita2..mungkin Tuhan belom membuka pintu hatinya sekarang..tapi nanti suatu saat..

Iya gak??

Apollo Lase mengatakan...

ikut nibrung....
hukuman apa yang cocok? hmmm... memang pada akhirnya yang menjadi timbangannya adalah undang-undang, KUHP.... walaupun terkadang agama dan kemanusiaan menjadi "oposisi"

cuma ada banyak anomali di negeri kita. sumiarsih sudah divonis mati sejak 20 tahun sebelum dieksekusi.... menurut saya, di samping hal ini mengindikasikan penegakan hukum kurang tegas, entah karena kepentingan politik penguasa atau apa pun, juga itu pemborosan uang negara. selama 20 tahun, bayangkan berapa uang negara habis guna menanggung kebutuhan hidup si terdakwa.

selain itu pembinaan dan upaya penyesalan/pertobatan bagi si terdakwa juga menjadi sia-sia.

so, hukum kudu tegas ya...
baiknya sih biar tidak tarik-ulur, alasan agama atau kemanusiaanlah, bagi para terdakwa berikan sanksi paling berat hukuman kurungan seumur hidup.

adinda andi anas mengatakan...

iya sih..pasti ga ada orang yg ingin terlahir dgn orientasi seks yg nyimpang,bukan masalah gay-nya...
ga semua gay berkelakuan kaya gitu,pasti banyak juga yg sifatnya baik,kaya manusia heteroseks juga macem2 kan?ada yg baik dan jahat.

tapi klo menurut gw, ini lebih kepada apa yg dia lakukan wen,dia gampang banget membunuh manusia kaya gtu,apalagi ada motif ekonomi juga ternyata...

jadi ya...kalo gw berpendapat mungkin di eksekusi hukuman yg pantas buat dia,demi menjaga perasaan keluarga korban2nya...(kalo gw loooh...)

indah mengatakan...

Sebenarnya masalah hukuman mati aku kok gak begitu setuju apapun kasusnya....bukan masalah dia mau tobat ato apa...biar dia ngrasain penderitaan di dunia akibat perbuatannya,kl dah dihukum mati dah selesai donk ceritanya, dia gk ngrasain sakit,susah,menderita..biar mati perlahan2 ditangan Tuhan, bukan ditangan para penembak jitu.Hukuman seumur hidup...

elmo mengatakan...

setuju!walo Ryan sudah cabut nyawa orang lain,tapi pembalasan adalah hak Tuhan ^^

kapanpun mengatakan...

hukum dan agama harus dipisahkan! hukum mempunyai aturan sendiri dalam melakukan tugasnya, membuat keputusan dan melaksanakan perintah.

Yang harus dilakukan adalah bagaimana agama fleksibel terhadap hukum, karena hukum sifatnya mengikat bagi setiap warga negara seharusnya agama bisa dimasukkan dalam hukum sehingga nantinya bisa mengikat dan memaksa.

just opini

jarwadi mengatakan...

terlepas dari apa bentuk hukuman yang pantas buat ryan, apapun merupakan tragedi kemanusiaan yang [...]

Saya malah mengkritisi pemberitaan media yang berlebihan [menurut saya]

Mama Shasa Shahira mengatakan...

Kalo hukuman seumur hidup cm nambah2in biaya negara aja ngasih makan Om.. hihihi... di eksekusi aja ah.. udah keterlaluan sih.. sampe 11 orang yang di bunuh.. itu sih gak pantes di ampunin..

Kristina Dian Safitry mengatakan...

serahkan padaku aza deh nasib ryan. negara dan teman2 tk bakalan pusink lage dah,he..he.,,,..

Blogger Addicter mengatakan...

wewww..syerem nie bro postingannya..huehehe..pasti gede nie trafficnya klo posting hal yg lagi hangat begini..ngeri ahhh..peace..peace..mungkin tu orang kesambet setan terus2an yah ampe tega begitu..Tuhan yang ngasi hukuman yah..hehehe..klo itu mungkin pas dia udah mati ya bro..kayanya klo skg di dunia mesti ikut hukuman sini dulu kali yakkk..hehehe..

Kang Boim mengatakan...

horor...lebih syerem ketemu ryan psikopat dari pada ketemu hantu beneran

Mike.... mengatakan...

kalo dibiarin idup ga menjamin ga akan terjadi pembunuhan2 oleh dia lagi kn di masa depan..jd,,gw dukung eksekusi aj deh..he..he..lagian dah keterlaluan banget,coba kita yg jd keluarga si korban,mungkin dah kita eksekusi dengan tangan sendiri diannya..

artofreed mengatakan...

Ngeri aku dengernya!! Ada banyak manusia semacam itu hukuman mati memang layak... tapi apa nanti dia jagal orang juga di penjara seperti yang pernah terjadi dengan terhukum mati lain di nusa kambangan ??. Wah mungkin saja korbannya lebih dari 11 orang ya .... teganya ... teganya ... teganya !!

brainwashed mengatakan...

weww..nice topic :)

opiniku:
ttg gay, siapa sih yg mau jadi gay?emg siy ga ada org yg mau terlahir dgn kondisi gay. tp seenggaknya berusaha utk jd normal. gay merupakan kelainan orientasi seks -- yg bilamana terus2an dikembangin akan semakin menjadi. prilaku gay bukan dari tuhan. dan saya yakin itu bisa normal, tergantung dari seberapa besar keinginan si penderita untuk kembali normal.

ttg psikopat, ini yg bahaya!
kasus ryan adalah kasus pembunuhan, jgn dilebarkan dgn masalah gay. siapapun bisa membunuh. maka itu dibuatlah hukum.

hukum.. hukum.. hukum..
hukum di republik ini kan ga jelas!! menjadi tegas bagi orang2 yang ga punya kekuatan, dan menjadi mencla mencle bila yg jadi terdakwa adalah org kuat.

pendapat saya, hukum harus ditegakkan. bila ryan terbukti bersalah (secara hukum) melakukan serangkaian pembunuhan, dan mendapat vonis hukuman mati, segera lakukan eksekusi. hukuman yg diterima ryan barulah hukuman duniawi, masih ada satu pengadilan lagi yang maha adil..

piss... :P

Benny mengatakan...

jadi inget sama kisah nya robot gedek &sumanto.. gmna klo mereka kita jadiin vocal grub aja ya.. pasti laris keras kali ya albumnya.. hehe
(kakabuuuuur....)

cerita senja mengatakan...

gak setuju dengan mas brainwashed: "ttg gay, siapa sih yg mau jadi gay?emg siy ga ada org yg mau terlahir dgn kondisi gay. tp seenggaknya berusaha utk jd normal. gay merupakan kelainan orientasi seks -- yg bilamana terus2an dikembangin akan semakin menjadi. prilaku gay bukan dari tuhan. dan saya yakin itu bisa normal, tergantung dari seberapa besar keinginan si penderita untuk kembali normal."


WHATTTT???
meskipun saya bukan gay tapi saya menghargai keberadaan mereka: menurut saya pendapat mas brainwashed mencederai kemanusiaan, alias against human right!!

aku juga posting hal ini bro, lihat ya

HARYANTO mengatakan...

kasus demi kasus terjadi dinegeri ini. dari korupsi,pembunahan,penyiksaan, dan bahkan banyak lagi kasus yang sangat meresahkan masyarakat.
dari kasus tersebut cukuplah kita mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain..
tetap semangat dan terus berkarya...

sLeEpaHoliC mengatakan...

jadi penegn komen juga.........

Perilaku gay emang salah(I do believe that God created Adam and EVE, not Adam and STEVE),tapi ga bener juga kalo mereka disalahin atas kasus ini.Tergantung individu masing2lah...

Eucalyptus mengatakan...

Klo masalah hukuman mati sebenernya pantes2 aja. abis sadis begitu apalagi klo bukan hutang nyawa dibayar nyawa, lagian dia udah bunuh 11 orang kan? Nyawa dia aja cuman satu gak cukup utk bayar kepedihan org2 yg ditinggalkan korban2 akibat ulahnya

Herry mengatakan...

benar2 deh mending ketemu makluk halus barangkali ga seserem ini

most-crazy mengatakan...

Aduh Aq Ga Ikut Ngebahas Agama Ataw Tuhan Yang Jelas....Si Rian Ga Banget Tuh...Gue Aja Yang Gila Leat Dia Males...Trus Klu Rian Leat Gue Gimana Ya Qra2..Ih Jangan2 Naksir Lagi....Gilingan..Jiajay Ma Si Ryan Wong Edan,Gendeng...

gacanti mengatakan...

tertarik melihat tulisan agama disini.
:)
buat saya, Tuhan berada di ranah suka dan tak suka, baik dan buruk, hitam dan putih, sekaligus terjalin diantara keduanya.
kalo kehendak Tuhan hanya yang lurus-lurus saja, mengapa Dia memberikan kita perang, sakit hati, kematian, dll? Jika yang begitu diexcuse menjadi miliknya setan, maka Tuhan buat saya sudah bukan Tuhan Yang Maha Kuasa lagi, Tuhan menjadi makna yang sempit & kerdil.
Ryan, siapapun dia, tidak pernah terkecuali.
salam.

gacanti mengatakan...

tertarik melihat tulisan agama disini.
:)
buat saya, Tuhan berada di ranah suka dan tak suka, baik dan buruk, hitam dan putih, sekaligus terjalin diantara keduanya.
kalo kehendak Tuhan hanya yang lurus-lurus saja, mengapa Dia memberikan kita perang, sakit hati, kematian, dll? Jika yang begitu diexcuse menjadi miliknya setan, maka Tuhan buat saya sudah bukan Tuhan Yang Maha Kuasa lagi, Tuhan menjadi makna yang sempit & kerdil.
Ryan, siapapun dia, tidak pernah terkecuali.
salam.

t i n i mengatakan...

Saya baru tahu soal gay/lesbi ini menurut pandangan agama.
Baru baca dari artikel di milis yg membahas soal agama.
Ternyata kaum ini sudah ada di jaman Nabi Luth.
Dan mereka dimusnahkan dgn cara yg sangat mengerikan karna mengabaikan teguran Tuhan.
Hmm..betapa tipisnya iman ini selama ini.
Selalu mentolerir hal2 yg sangat berat seperti ini di masyarakat hanya karena alasan kemanusiaan.
Semoga kita semua diampuni..
Hanya kepada-Nya lah kita kembali.

astika mengatakan...

Menurutku yang disebut Tuhan adalah energi yang ada di semesta ini. Itulah Tuhan, dapat diciptakan namun tak dapat dimusnahkan. Tuhan hanya dapat dirasakan, tidak berbau dan tidak terlihat. Sedangkan agama? hmm..(menurutku sekali lagi lho..)agama adalah suatu alat yang memang 'harus' ada di muka bumi ini. karena (harapannya) ajaran agama adalah instrumen/rule terakhir yang dapat dipegang, ketika hukum buatan manusia sudah tak dapat berbicara lagi. Walaupun sekarang agama pun menjadi alat bermain bahkan tameng para orang tidak waras (=teroris, misal).
Bicara masalah Ryan. aku tidak heran. Indonesia berada di sebuah fase yang mengerikan bagiku. Tau apa yang paling ngeri????
ketika sesuatu hal menjadi biasa, itulah yang paling mengerikan untukku.
Membunuh sudah biasa, mencuri, memperkosa, seks, pelacur, merampok, korupsi, semakin biasa kita dengar dan kita lihat. Levelnya sama dengan kabar burung harga sembako yang semakin tinggi.
Mutilasi=bensin naik.

Siap atau tidak, kini di Indonesia, semakin lengkaplah PAKET KRIMINAL yang tersaji hangat. silakan pilih, mau yang mana, semua ada di Indonesia.

dan salah satunya..media yang membuatnya. selamat!

dee mengatakan...

aaaah ryan di mana2..
sudahlah dihukum mati aja.. sepertinya dia campuran psikopat en tukang jagal.. tp, saya ga jd antipati kok sm gay. coz ga smua org yg gay kaya ryan..

de-MOCRAZY NANOQ DA KANSAS mengatakan...

Ryan oh Ryan, dengan kekejaman pun engkau bisa menarik minat bangsa ini untuk "peduli" padamu. Sementara ribuan warga Sidoarjo yang bertahun-tahun hidupnya dimutilasi oleh lumpur lapindo, ribuan pedagang kaki lima yang hidupnya diteror kebersihan kota, ribuan pengemis anak-anak negeri yang hidupnya dipotong-potong koruptor, jutaan orang miskin yang hidupnya terkapar oleh tikaman krisis pemimpin, tak sehebat kamu menarik perhatian.

Ryan oh Ryan, manisnya kamu...

si dede jadul punya mengatakan...

hey come on!
kenapa musti diekspos bagian gay-nya sih?
tindakan ryan tu murni KRIMINAL..
dy tu pemuda miskin yg butuh duit utk menutupi gaya hidup yg neko2..
kebetulan aja dy doyan kaum bertitit..
tapi knp stasiun tv justru lbh rakus menggarap sisi homoseksual-nya..
that's why i hate tv!!

Arjuna Valentino mengatakan...

Ngeliat wajahnya Riant (si pejanggal) mirip banget tuch ama bapakku, jadi kesalahan yang ia lakukan adalah wujud kesadaran dari kehinaannya sebagai seorang gay, maka sekonyong-konyong hal ini murni kesalahan kita juga yang memposisikan kaum ini sebagai musuh.
Kejadian ini menjadi pelajaran menarik bagi kita untuk lebih memahami perbedaan itu sebagai sebuah keniscayaan.
Menurutku, Tuhan telah datang sebagai wujud Riant baik buruknya toh dia sebagai perpanjangan maksud dan tujuanNya.
Hanya agama lah yang tidak pernah memihak kepada sosok Riant ini, hal ini wajar karena dialah wujud nyata iblis yang sering diperdebatkan oleh umat manusia, hingga menurut aturan Riant pantas di hukum mati,,busyett. Jadi, Saya setuju tuch ama artikelnya Wendra,bravo bozzzz!!!

ngatini mengatakan...

wow...semua orang jadi gay sekarang...hakhak..berkat ryan sekarang para gay jadi berabi unjuk gigi. di suatu hari kemaren aku jalan ke sebuah mall..di setiap sudut aku ketemu sama pasangan laki2 atau laki2 yang berdandan seperti perempuan..jadi semakin berwarna dunia kita..

richard™ mengatakan...

Jika tak menganut Teokrasi, nampaknya kita harus setuju, kalau Tuhan memakai pemerintah sebagai perpanjangan tanganNya. Kasus seperti Ryan, merupakan pertanyaan serius untuk pemerintah yang sedang bertahta.

I Ketut Riasmaja mengatakan...

Kalo menurut saya mending dihukum seumur hidup... biar dapat merasakan sengsaranya hidup di penjara...

*kayak dah pernah hidup di penjara aja.. he.he.he.. kabuuur..*

kita mengatakan...

saiah setuju sekali kalo om bilang kalo itu salah menurut agama namun belum tentu salah menurut ajaran tuhan..apa ajaran agama itu sudah pasti merupakan ajaran tuhan???siapa yang tahu kan??

Anonim mengatakan...

Traditionally, Ugg Boots rugby boots were of a high cut Uggs above the ankle to provide additional Cheap Ugg Boots ankle support. This was seen as appropriate Ugg Boots UK given the nature of the game,UGG Australia particularly the stresses of forward play, Ugg Boots Sale and the amount of physical contact involved and to provide protection against knocks

Posting Komentar

 
Wendra Wijaya

Buat Lencana Anda